Pengumpulan Informasi untuk Penulisan Karya Ilmiah



A. Memanfaatkan Perpustakaan sebagai Sumber Data, Informasi, dan Bahan untuk Tulisan

Pada umumnya, bahan untuk menulis suatu karya tulis ilmiah, baik itu makalah atau laporan hasil penelitian, tidak hanya datang dari pikiran penulis sendiri. tetapi didukung oleh sumber-sumber informasi lainnya, seperti bahan cetak, buku, jurnal dan sebagainya. Mengumpulkan bahan-bahan tulisan, dengan banyak membaca
atau membuat catatan-catatan kecil, misalnya berkaitan erat dengan proses persiapan penulis suatu karya ilmiah.
Cepat atau lambat Anda akan memanfaatkan perpustakaan untuk mencari bahan-bahan yang dibutuhkan dalam penulisan karya tulis ilmiah. Perpustakaan umumnya menyediakan berbagai koleksi data atau informasi yang terekam dalam berbagai bentuk media, seperti media cetak, contohnya buku teks, majalah, jurnal; dan media-media lainnya, misal microtext.
Pada umumnya, hampir semua orang mengetahui fungsi perpustakaan, namun belum tentu semuanya memahami bagaimana cara memanfaatkannya. 
Pada umumnya perpustakaan memiliki bagian/ ruangan, seperti berikut ini:
1. Tempat kartu katalog
2. Tempat koleksi buku
3. Meja petugas perpustakaan
4. Meja tempat peminjaman buku
5. Tempat referensi
6. Tempat periodical
7. Tempat mesin fotocopi
8. Koleksi microfilm dan tempat membacanya
9. Ruangan belajar/ membaca
10. Ruangan untuk koleksi media, terminal komputer, koleksi khusus, dan tempat mengetik.

Hal yang dapat anda temukan dibagian referensi ini, diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Encyclopedia
Dalam encyclopedia tersusun sekumpulan artikel secara alphabetical. Beberapa encyclopedia berisi informasi yang umum dan luas mengenai bidang-bidang yang umum, sementara sebagian lainnya mengkhususkan diri pada bidang-bidang yang lebih spesifik. Encyclopedia umum memberikan berbagai ulasan yang cukup memadai bagi seseorang yang baru dalam mendalami suatu bidang. Contohnya, Encyclopedia Americana, Encyclopedia Britania, dan New Columbia Encyclopedia. Sementara encyclopedia khsus. berisi informasi yang detail/ medalam mengenai bidang-bidang tertentu yang lebih spesifik. 
Contohnya: Encyclopedia of Chemical Technology, McGraw Hill Encyclopedia of Science and Technology, dan lain sebagainya.

2. Kamus
Merupakan susunan kata-kata yang didaftar berdasarkan Alfabeta. Daftar kata-kata tersebut dilengkapi dengan keterangan mengenai bentuknya, cara melafalkannya, asal katanya, artinya, serta yang pada umumnya berisi uraian tentang definisi atau istilah yang lebih khsus, seperti bidang pendidikan, seni, teknologi, budaya, sejarah, kesastraaan, dan psikologi.

3. Kompilasi fakta dan data-data statistik
Pada umunya bagian ini berisi sekumpulan laporan tentang kejadian-kejadian penting yang pernah ada, desertai dengan nama, tanggal dan tempat kejadian; dan laporan dari Biro Pusat Statistik tentang berbagai hal.

4. Bibliografi
Berisi daftar tulisan yang ditulis oleh beberapa ahli yang terkenal dalam bidang-bidang tertentu, dilengkapi dengan uraian singkat. mengenai isi buku dan akdang-kadang disertai dengan riwayat hidup penulisnya.

5. Panduan untuk mencari buku

6. Panduan untuk mencari artikel

7. Periodicals
Yang termasuk kategori periodicals, diantaranya adalah jurnal, majalah, dan surat kabar. Untuk memudahkan pencarian periodcal ini, biasanya di perpustakaan ada indeks umum dan khusus untuk periodical ini. 
 
8. Terbitan-terbitan pemerintah, seperti laporan Biro Pusat Statistik.

Dengan Mengetahui hal-hal apa saja yang dapat Anda temui di bagian referensi ini, paling tidak Anda akan mempunyai gambaran tentang langkah-langkah apa saja yang dilakukan pada saat melakukan penelusuran sumber informasi atau data di perpustakaan. Untuk lebih jelasnya simaklah uraian berikut ini.
1. Pemanfaatan encyclopedia
msialnya Anda ingin menulis tentang masalah pendidikan dasar. Untuk itu , Anda harus membaca encyclopedia tentang pendidikan. Kemudian telusuri isi encyclopedia ini dengan cara mencari tulisan atau artikel yang relevan dengan topik yang akan Anda tulis. Disamping itu, dapat pula dicari tulisan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul dibenak Anda berkaitan dengan topik yang akan Anda tulis. Selanjutnya jika Anda telah menemukan beberapa artikel yang sesuai dengan yang dimaksud  maka pada lembar terakhir dari artikel-artikel tersebut biasanya terdapat artikel lain yang membahas topik senada.

2. Pemanfaatan panduan untuk mencari fakta dan statistik
Misalnya Anda ingin melakukan riset tentang pencemaran air laut oleh bahan bakar minyak di perairan Teluk Jakarta. Untuk itu, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah menentukan periode waktu tertentu, dimana pencemaran terjadi. Setelah itu, cari laporan kejadian serta hasil-hasil analisisnya di bagian fakta dan statistik ini.

B. Melakukan Wawancara Untuk Mendapatkan Informasi Untuk Tulisan
Cakupan topik yang akan Anda tulis adakalanya memerukan lebih banyak informasi selain dukungan bahan bacan yang diperoleh dari perpustakaan. Apabila hal ini terjadi maka pertimbangkan untuk melakukan wawancara langsung atau melalui kuisioner dengan pihak-pihak yang mengetahui permasalahn yang akan Anda tulis. Ada empat hal yang harus Anda perhatikan pada saat akan melakukan wawancara untuk keperluan proyek penulisan karya ilmiah, yaitu sebagai berikut.
1. Menentukan orang yang tepat untuk diwawancarai.
2. Mempersiapkan pedoman wawancara.
3. Melaksanakan wawancara.
4. Mengolah hasil wawancara.
Michalak dan Yager (1979) dalam Gluey (1989) mengatakan bahwa wawancara adalah teknik pengumpulan informasi/ data yang dilakukan melalui pengajuan pertanyaan secara kontak langsung. Dalam hal ini, pencari informasi mencari sumber informasi, biasan7ya orang yang ahli atau bergelut dalam bidang-bidang tertentu, dan langsung mengajukan pertanyaan kepada sumber informasi tersebut. Teknik ini sering dilakukan dalam menunjang proyek penulisan karya ilmiah karena berbagai kelebihannya. Wawancara atau interviu merupakan cara yang umum dipergunakan untuk memperoleh informasi dalam berbagai situasi, bisa formal ataupun informal.

1. Menentukan Orang yang Tepat untuk Diwawancarai
Pada saat Anda menentukan topik atau tujuan penulisan, Pada saat yang sama akan terlintas di benak Anda orang-orang yang kompeten dalam bidang yang akan Anda tulis tersebut. Misalnya, Anda akan menulis tentang pengaruh polusi udara, khususnya asap kendaraan bermotor, terhadap kesehatan maka orang-orang yang bisa Anda wawancarai adalah mereka yang tahu persis akibat udara kotor terhadap kesehatan, dalam hal ini salah satunya adalah dokter. Selain itu, Anda pun dapat mewawancarai pejabat, terkait contohnya pejabat yang menangani masalah analisis dampak lingkungan. pejabat direktorat lalu-lintas jalanr aya yang menangani masalah emisi bahan bakar minya. dan sebagainya.

2. Persiapan Wawancara
Pada saat Anda menghubungi orang yang akan diwawancarai, baik langsung, lewat surat, maupun telepon, Jelaskan padanya (a) Siapa Anda, (b) Mengapa Anda memintanya untuk wawancara, (c) Mengapa Anda memilihnya untuk diwawancarai, (d) Masalah yang akan dibahas dalam wawancara (e) Memnta persetujuan tentang waktu yang tepat untuk diwawancara, dan (f) Anda mengizinkan yang bersangkutan untuk membaca draft tulisan Anda. Hal yang perlu diingat adalah hidnari pengajuan pertanyaan yang terlalu umu. Pada umumnya penulis pemula yang kurang terlatih mengajukan pertanyaan yang kurang spesifik, seperti "Apa yang anda lakukan jika terjadi polusi udara?". Pertanyaan akan lebih baik jika dirumuskan dengan lebih spesifik dan terfokus, seperti "Penduduk di sekitar Tanah Abang mengeluh tentang tebalnya asap kendaraan bermotor yang melintas di daerah mereka. Apakah Anda sedang melakukan sesuatu kegiatan yang berkaitan dengan usaha penanggulangan polusi udara (baca : asap) tersebut?"

3. Pelaksanaan Wawancara
Berikut ini beberapa kiat dalam melaksanakan wawancara yang sukses.
a. Lakukanlah wawancara dalam suasana yang menyenangkan.
b. Bersikaplah santai, tetapi dengan tujuan yang jelas.
c. Gunakan pedoman wawancara (daftar pertanyaan) yang sudah disiapkan.
d. Biarkan yang diwawancarai untuk berbicara.
e. Berlakulah seobjektif mungkin. Jangan mengemukakan pendapat sendiri tentang masalah yang ditanyakan. Anda disana untuk mengumpulkan informasi, bukan untuk berdebat.
f. Berikanlah kesempatan berfikir untuk responden.
g. Apabila jawaban yang diberikan masih belum lengkap, tanyakan lagi.
h. Apabila yang diwawancarai kehilangan arah di dalam menajwab pertanyaan Anda, Siapkanlah dengan pertanyaan yang persis dan langsung untuk membimbingnya kembali kepermasalahn yang sedang dibahas.
i. Buat catatan seperlunya, khususnya catatan yang dapat membantu Anda pada saat mengingat kembali proses waancara nantinya.
j. Gunakan media perekam, sebagai bahan dokumentasi untuk membantu menganalisis pertanyaan dan jawaban saat wawancara.
k. buatlah catatan sesegera mungkin setelah wawancara selesai.

4. Pengolahan Data Wawancara
Data atau informasi yang sudah dikumpulkan melalui wawancara biasanya dicatat atau direkam. Selanjutnya data atau informasi tersebut biasanya disebut catatan lapangan. Perlu diolah menjadi informasi yang dapat digunakan untuk menunjang proyek penulisan karya ilmiah Anda.
Hasil wawancara berupa catatan atau rekaman tersebut mula-mula dibuat transkripsinya. Pokok-pokok jawaban atas pertanyaan dikumpulkan dan dikelompokkan menjadi beberapa kategori sesuai dengan sifat dan permasalahannya. Transkrip wawancara tersebut dideskripsikan. Selanjutnya diadakan telaah dan analisis terhadap informasi tersebut sehingga diperoleh suatu simpulan. Telaah atau pemeriksaan data tersebut dimaksudkan untuk memperoleh keabsahan dan kecukupan data.
Berdasarkan suatu hasil wawancara yang cukup lengkap, akand apat dibuat simpulan-simpulan tentang masalah yang relevan dengan topik yang Anda akan tulis.

Sumber : Wardani, dkk. 2008. Teknik Menulis Karya Ilmiah. Jakarta: Universitas Terbuka

Artikel terkait:
Hakikat Karya Ilmiah
Pengertian,Ciri-Ciri Dan Jenis-Jenis Karya Ilmiah
Teknik Pengumpulan Data Dan Teknik Pengukuran Data
Karakteristik Karya Ilmiah


EmoticonEmoticon