Pengertian Sistem Ekonomi Tradisional, Ciri-ciri Sistem Ekonomi Tradisional serta Kelebihan dan Kelemahannya

     A. Pengertian Sistem Ekonomi Tradisional
Sistem Ekonomi Tradisional
Sistem ekonomi tradisional adalah suatu sistem ekonomi dimana organisasi kehidupan ekonomi dijalankan menurut kebiasaan, tradisi masyarakat secara turun temurun dengan mengandalkan faktor produksi apa adanya. Biasanya sistem ekonomi tradisional dapat dijumpai pada daerah pedesaan seperti daerah perkebunan dan persawahan.

B.     Ciri-ciri Sistem Ekonomi Tradisional
Adapun ciri-ciri sistem ekonomi tradisional, diantaranya:
  1. Belum adanya pembagian kerja yang jelas. Karena dalam pengerjaan seperti sawah, kebun, ladang dan lain sebagainya tidak ada pembagian kerja yang jelas karena semuanya dapat dikerjakan secara sendiri maupun bersama-sama.
  2. Ketergantungan pada sektor pertanian/agraris. Karena perekonomian di daerah pedesaan berjalan karena pertanian seperti sawah, kebun, ladang dan sebagainya.
  3. Ikatan tradisi bersifat kekeluargaan sehingga kurang dinamis. Ikatan kekeluargaan dan persaudaraan di daerah pedesaan lebih terasa, sehingga perkembangan ekonomi kurang signifikan.
  4. Teknologi  produksi sederhana, karena masih mengandalkan teknologi sederhana dalam menggarap pertanian, seperti menggunakan cangkul, kerbau, dan alat tradisional lainnya.
    Gotong-Royong dalam menanam padi di sawah
    Gotong-Royong dalam menanam padi di sawah
C.    Kelebihan Sistem Ekonomi Tradisional
Adapun kelebihan dari sistem ekonomi tradisional adalah:
  1. Menimbulkan rasa kekeluargaan dan kegotong-royongan serta saling membutuhkan antara satu individu dengan individu lain dalam memenuhi kebutuhannya.
  2. Pertukaran secara barter dilandasi rasa kejujuran daripada mencari keuntungan. Ini mencerminkan bahwa sistem ekonomi tradsional dilandadasi kejujuran dan tidak mementingkan keuntungan karena di daerah pedesaan umumnya rasa kekeluargaan lebih pekat dibanding dengan kepentingan pribadi.
D.    Adapun Kelemahan Sistem Ekonomi Tradisional, diantaranya :
  1. Pola pikir masyarakat secara umum yang masih statis, karena di daerah pedesaan masih minim pengetahuan dan keterampilan tentang penggunaan tekonologi modern. Seperti penggunaan komputer, laptop, smartphone dan lain-lain
  2. Hasil produksi terbatas hanya menggantungkan produksi alam dan tenaga kerja apa adanya. Karena di pedesaan produk yang dihasilkan berasal dari alam seperti, padi, jagung, kelapa dan hasil bumi lainnya. Serta masih terbatasnya sumber daya manusia dalam mengembangkan dan membuat produksi seperti tas, keranjang dan produk lain yang bernilai jual lebih tinggi, Inilah yang menyebabkan perkembangan ekonomi lambat.
Namun sistem ekonomi tradisional memiliki nilai yang lebih

0 Response to "Pengertian Sistem Ekonomi Tradisional, Ciri-ciri Sistem Ekonomi Tradisional serta Kelebihan dan Kelemahannya"

Posting Komentar