5 GAMBAR PEMANDANGAN ALAM BUKITINGGI PADA MASA LALU

Hai teman-teman kembali lagi bersama Satitiak Jadikan Lauik, kali ini kita akan membahas bagaimana suasana pemandangan alam Minangkabau Bukittinggi (Sumatera Barat) saat masa lalu. 

Sumatera Barat termasuk daerah yang pernah dijajah oleh Belanda, ini dibuktikan dengan banyak peninggalan Belanda pada masa penjajahan dahulu, seperti meriam dan benteng pertahanan Fort de Kock.

Namun bila kita tinjau gambar dari suasana pemandangan pada masa lalu, sepertinya sangat klasik dan bersejarah rasanya kita ingin berada di sana. Foto dan dokumentasi pada masa lalu diabadikan oleh fotografer Belanda. Karena Indonesia sudah memproklamirkan kemerdekaannya Belanda membawa berkas dokumentasi tersebut ke negara asalnya. 

Berikut adalah beberapa foto suasana pemandangan alam Minangkabau di Bukittinggi dari masa lalu:

1. Benteng Fort de Kock (Bukittinggi)
Suasana di Benteng Fort de Kock (1911)
Suasana di Benteng Fort de Kock (1911) foto coretananakminang
Suasana di Benteng Fort de Kock menggambarkan banyak orang Minangkabau dan orang Belanda dengan memegang beberapa Kuda. Sepertinya gambar ini terlihat sedang menyelenggarakan festival atau lomba pacu kuda yang terkenal itu, tempat pacuan kuda berada di Bukik Ambacang kota Bukittinggi.

2. Masjid Jamik Taluak Bukittinggi
Mesjid Jamik Taluak Bukittinggi (1892-1922)
Mesjid Jamik Taluak Bukittinggi (1892-1922) foto geheugenvannederland
Masjid Jamik Taluak adalah salah satu masjid tertua di Indonesia yang terletak di Nagari Taluak IV Suku, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Letak masjid ini dekat dengan perbatasan Kota Bukittinggi, sehingga juga dikenal sebagai Masjid Jamik Taluak Bukittinggi.
Pembangunan masjid ini diprakarsai oleh Haji Abdul Majid pada tahun 1860, yang pada mulanya hanya terbuat dari kayu beratapkan ijuk. Arsitektur yang dimiliki masjid ini secara keseluruhan dipengaruhi oleh corak Minangkabau. Islam sudah menyebar di Sumatera Barat khususnya Bukittinggi.

3. Jam Gadang (Bukittinggi)
Jam Gadang Bukittingi 1900-1940
Jam Gadang selesai dibangun pada tahun 1926 sebagai hadiah dari Ratu Belanda kepada Rook Maker, sekretaris atau controleur Fort de Kock (sekarang Kota Bukittinggi) pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Arsitektur menara jam ini dirancang oleh Yazid Abidin Rajo Mangkuto. 
Dari foto tersebut memperlihatkan bagaimana klasiknya bangunan pada masa lalu, juga sudah ada mobil sebagai alat transportasi dan banyaknya orang yang berkunjung kesana. Sekarang Jam Gadang adalah ikon pusat pariwisata Kota Bukittinggi. Hmm rasanya ingin pergi kesana ya guys.

4. Parkir Bendi di dekat Jam Gadang Bukittinggi
Parkir Bendi di foto dari bawah Jam Gadang (1930) foto ankasembilan
Bendi merupakan alat transportasi tradisional yang dimiliki Minangkabau pada masa lalu. Sebelum transportasi bis atau angkot berkembang. Dari foto di atas bisa kita lihat susunan bendi yang diparkir dengan rapi di bawah Jam Gadang Bukittinggi menunggu penumpang yang pulang dari pasar. Rasanya mau naik bendi juga hehehe..

5. Stasiun Fort de Kock
Stasiun Fort de Kock
Stasiun Fort de Kock (tahun tidak ketahui) foto indonesiatravelingguide
Foto stasiun di atas menggambarkan indahnya lokasi disana berada di bawah bukit dan di dekat sawah. Sepertinya kereta api yang digunakan masih menggunakan bahan bakar batu bara terlihat dari asapnya yang mengepul di udara. Sayangnya admin tidak menemukan tahun kapan foto tersebut di ambil.

Itulan 5 Gambar Pemandangan Alam Bukittinggi pada masa lalu. Indah dan Klasik sekali bukan?



Posting Komentar

1 Komentar