Tujuan Layanan Informasi (Bimbingan Konseling) yang Bersifat Umum dan Khusus



Menurut Yusuf Gunawan ada dua tujuan layanan informasi dalam Bimbingan Konseling yaitu ada yang bersifat umum dan ada yang bersifat khusus adapun penjelasan dari kedua layanan informasi tersebut adalah sebagai berikut :

Tujuan Layanan Informasi secara umum dan khusus
Gambar 1. Tujuan Layanan Informasi secara umum dan khusus

 Tujuan layanan informasi yang bersifat umum adalah :

  1. Mengembangkan pandangan yang luas dan realistik mengenai kesempatan-kesempatan dan masalah-masalah kehidupan pada setiap tingkatan pendidikan
  2. Menciptakan kesadaran akan kebutuhan dan keinginan yang aktif untuk memperoleh informasi yang tepat mengenai pendidikan, pekerjaan dan sosial pribadi
  3. Mengembangkan ruang lingkup yang luas mengenai kegiatan pendidikan, pekerjaan dan sosial budaya
  4. Membantu siswa untuk menguasai teknik memperoleh dan menafsirkan informasi agar siswa semakin maju dalam menorahkan dan memimpin dirinya sendiri
  5. Mengembangkan sifat dan kebiasaan yang akan membantu siswa dalam mengambil keputusan, penyesuaian, yang produktif dan member kepuasan pribadi.
  6. Menyediakan bantuan untuk membuat pilihan tertentu yang progresif terhadap aktifvitas khusus sesuai dengan kemampuan bakat dan minat individu.

 Sedangkan tujuan layanan informasi yang bersifat khusus adalah :

  1. Memberikan pengertian tentang lapangan pekerjaan yang luas dimasyarakat
  2. Mengembangkan sarana yang dapat membentu siswa untuk mempelajari secara intensif beberapa lapangan pekerjaan atau pendidikan yang tersedia dan yang selektif.
  3. Membantu siswa agar lebih mengenal/dekat dengan kesempatan kerja dan pendidikan dilingkungan masyarakat
  4. Mengembangkan perecanaan sementara dalam bidang pekerjaan dan pendidikan yang didasarkan pada belajar eksplorasi sendiri
  5. Memberikan teknik-teknik khusus yang dapat membantu para siswa untuk menghadapi kebutuhan-kebutuhan dan masalah-masalah setelah meninggalkan sekolah, seperti memperoleh pekerjaan, melanjutkan program berikutnya atau membentuk rumah tangga.

 Referensi : Yusuf Gunawan (2001). Pengantar Bimbingan dan Konseling. Jakarta. Prenhallindo

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »